You are here
Home > Wisata Domestik > 6 Candi Populer di Jogja yang Bisa Anda Kunjungi Selain Candi Prambanan

6 Candi Populer di Jogja yang Bisa Anda Kunjungi Selain Candi Prambanan

Candi Prambanan mungkin salah satu candi terkenal di Yogyakarta. Kuil ini juga merupakan salah satu candi yang paling banyak dikunjungi. Selain menjadi banyak paket tujuan utama untuk agen wisata, keindahan candi ini tidak ada duanya. Mungkin bahkan mereka yang sudah sering pergi ke Candi Prambanan belum bosan.

Tetapi apakah teman-teman para pelancong tahu bahwa masih banyak candi di Yogyakarta selain Candi Prambanan. Tentu saja candi ini juga menarik untuk dikunjungi. Misalnya, Candi Ijo yang merupakan candi tertinggi di Yogyakarta atau Candi Ratu Boko yang eksotis.

Nah, inilah Candi Prambanan dan 6 candi lainnya di Yogyakarta yang bisa dikunjungi. Mungkin liburan berikutnya dapat dijadwalkan untuk melihat satu atau semua candi di Jogja:

1.Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah candi terbesar di Yogyakarta, yang merupakan salah satu mahakarya budaya Hindu yang telah berdiri sejak abad ke-10. Ada banyak bangunan candi yang menjulang tinggi di mana bangunan tertinggi adalah 47 meter. Ini membuat keindahan arsitekturnya tak tertandingi.

Dikatakan bahwa Candi Prambanan dibuat oleh Bandung Bondowoso untuk memenuhi persyaratan Roro Jonggrang. Namun Roro Jonggrang yang tragis justru menjadi salah satu patung untuk melengkapi candi ke-1.000 karena dikutuk oleh Bandung Bondowoso. Tiket masuk ke Candi Prambanan adalah Rp30.000 untuk orang dewasa, Rp12.500 untuk anak-anak dan USD18 untuk wisatawan asing. Candi buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 17.00.

2.Candi Ijo

Candi Ijo adalah candi dengan posisi tertinggi di Yogyakarta sehingga dapat dinikmati dari lanskap Yogyakarta dari utara ke selatan. Dari candi ini juga bisa terlihat proses lepas landas dan pendaratan pesawat di landasan pacu Bandara Adisutjipto. Jadi, meskipun pengunjung tidak terlalu suka melakukan perjalanan sejarah, mereka masih dapat melakukan wisata alam.

Kuil Ijo dibangun sekitar abad ke-9, di Bukit Hijau pada ketinggian sekitar 410 m di atas permukaan laut. Kompleks Candi Ijo sendiri terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi menjadi 11 teras. Di mana bangunan di teras ke-11 adalah pagar pembatas, delapan pasak lingga, empat bangunan yaitu candi utama, dan tiga candi pelengkap.

Baca juga:  4 Tempat Wisata Romantis di Ubud Bali, Cocok untuk Bulan Madu Pengantin Baru

Bangunan peletakan di setiap teras didasarkan pada kesakralan. Bangunan di teras tertinggi adalah yang paling suci. Selain itu, teras pertama adalah halaman yang mengarah ke pintu masuk, dan merupakan teras bertingkat yang membentang dari barat ke timur. Tiket masuk ke Kuil Ijo gratis.

3.Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko sebenarnya adalah kompleks istana megah yang dibangun dan ada sejak abad ke-8. Uniknya Candi Ratu Boko dibangun oleh salah satu kerabat imam Borobudur yang merupakan candi Budha. Istana ini terletak 196 meter di atas permukaan laut. Luas istana 250.000 m2 dibagi menjadi empat, yaitu tengah, barat, tenggara, dan timur.

Kuil ini memang unik, meskipun didirikan oleh seorang penganut Buddha, istana Ratu Boko memiliki banyak unsur Hindu. Semua terlihat jelas dengan patung Ganesha, Lingga dan Yoni, dan lempengan-lempengan emas bertuliskan “Om Rudra ya namah swaha” yang biasanya merupakan bentuk pemujaan Dewa Rudra, nama lain adalah Dewa Siwa. Keberadaan unsur Hindu ini membuktikan bahwa toleransi beragama telah ada sejak zaman kuno. Tiket masuk ke Kuil Ratu Boko Palace adalah Rp25.000 untuk orang dewasa, Rp10.000 untuk anak-anak dan USD13 untuk wisatawan asing. Candi buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 17.00.

4.Candi Plaosan

Candi Plaosan tidak jauh dari Candi Prambanan. Kuil ini adalah candi eksotis yang dibangun oleh Rakai Pikatan untuk Permaisuri Pramudyawadani. Uniknya, arsitektur Candi Plaosan merupakan perpaduan arsitektur candi Hindu dan Budha.

Lokasi Candi Plaosan berada di Dusun Bugisan, Kabupaten Prambanan. Sedangkan kompleks candi sendiri terbagi dua. Yaitu Kuil Plaosan Selatan dan Candi Plosan Lor. Seolah kembar, kedua candi memiliki teras berbentuk persegi panjang serta tempat berupa gardu di sebelah barat. karena kesamaan, kuil Plaosan lor dan Plaosan Lor terlihat seperti kacang sirih yang terbelah dua jika dilihat dari kejauhan. Karena itu Candi Plaosan juga dikenal sebagai Kuil Kembar di Yogyakarta.

Baca juga:  6 Tempat Wisata Paling Menarik yang Cocok Dikunjungi Saat Musim Hujan

5.Candi Barong

Mengunjungi Dusun Candisari, Sambirejo, ada juga candi kembar yang berdiri tegak di halaman tiga tingkat yang luas. Candi tersebut adalah Candi Barong yang merupakan tempat pemujaan Dewa Wisnu dan Dewi Sri dewi kesuburan. Secara historis, Candi Barong diperkirakan dibangun antara abad ke-9 dan ke-10.

Nama Candi Barong Sendri menjadi terkenal karena ada hiasan ketika itu adalah sosok raksasa menyeramkan dalam bentuk barong yang menghiasi setiap pintu masuk candi. Padahal dalam kepercayaan Hindu ketika barong itu sendiri sebenarnya adalah penjaga kesucian bangunan. Jadi itu bukan sesuatu yang menyeramkan.

6.Candi Sambisari

Candi Sambisari diperkirakan dibangun antara 812 – 838 M, mungkin pada masa pemerintahan Rakai Garung. Candi ini ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang pria bernama Karyowinangun pada tahun 1966. Setelah penemuan yang tidak disengaja itu hanya dilakukan penggalian yang dilanjutkan dengan penemuan ratusan candi dan patung kuno.

Lokasi Candi Sambisari berada di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kabupaten Kalasan, Sleman. Lokasinya hanya sekitar 10 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Kompleks candi itu sendiri terdiri dari 1 candi utama dan 3 candi pendamping. Ada 2 pagar yang mengelilingi kompleks candi, satu pagar telah sepenuhnya dipulihkan, sementara satu pagar lainnya hanya ditampilkan sedikit di sebelah timur candi. Masih sebagai penghalang, ada 8 batang lingga yang tersebar di setiap arah angin. Tiket masuk ke Candi Sambisari gratis, dan candi dibuka setiap hari mulai pukul 09:00 – 16:00.

7.Candi Tara

Kuil Tara ini adalah candi yang dibuat dan didedikasikan untuk Tara. Candi ini memiliki bentuk dinding luar yang unik dilapisi dengan semen kuno. Candi Tara juga merupakan candi Budha tertua di Yogyakarta yang dibangun oleh Rakai Panangkaran, raja dinasti Syailendra, yang merupakan salah satu yang mengonseptualisasikan pendirian Borobudur.

Lokasi Candi Tara berada di Kalibening, Kalasan. Oleh karena itu candi ini kadang-kadang juga dikenal sebagai Kuil Kalasan. Proses pembuatannya selesai pada 778 M, dan berdiri tidak jauh dari Jalan Yogya Solo. Berdasarkan sejarahnya, Kuil Tara dibangun sebagai penghormatan atas pernikahan Pancapana dari Dinasti Sanjaya dengan Dyah Pramudya Wardhani dari Dinasti Syailendra. Selain sebagai hadiah pernikahan, kuil ini juga menanggapi usulan raja untuk membangun satu lagi bangunan suci untuk Dewi Tara dan sebuah biara untuk para imam.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Top